TUGAS SISTEM AKUNTANSI
DOSEN
Martinus Budiantara, SE,Msi,AK,CA
Martinus Budiantara, SE,Msi,AK,CA
UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARATA
AKUNTANSI 2015
NAMA KELOMPOK 14 :
Khamdan
Muttaqin 15061224
Destiana
Putri R 15061226
Fajar
A. Gani 15061229
Cahya Asista 15061239
Cahya Asista 15061239
Penerimaan kas bisa berasal dari
berbagai macam sumber yaitu dari penjualan tunai, penjualan aktiva tetap,
pinjaman baik dari bank maupun dari wesel, dan setoran modal baru. Tetapi
penerimaan kas perusahaan biasanya berasal dari 2 sumber utama, yaitu penerimaan
kas dari penjualan tunai dan penerimaan kas dari piutang.
Penerimaan kas adalah kas yang
diterima perusahaan baik yang berupa uang tunai maupun surat-surat berharga
yang mempunyai sifat dapat segara digunakan, yang berasal dari
transaksi perusahaan maupun penjualan tunai, pelunasan
piutang, atau transaksi lainnya yang dapat menambah kas perusahaan.
Penerimaaan kas bisa terjadi dengan
berbagai macam cara seperti lewat pos, pembayaran langsung ke kasir atau
pelunasan ke bank. Uang yang diterima biasanya berbentuk uang tunai, baik logam
maupun uang kertas, cek, money order, bank draft, dan lain-lain.
Dalam penyusunan prosedur penerimaan
kas perlu dipertimbangkan pentingnya dan frekuensi masing-masing transaksi.
Sesudah itu baru merencanakan organisasi dan metode pengelolaan dan pengawasan
fisik atau membuat catatan pengelolaan dan pengawasan.
A.
SISTEM PENERIMAAN KAS DARI PENJUALAN TUNAI
Penjualan tunai dilaksanakan oleh
perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan pembayaran harga barang
lebih dahulu sebelum barang diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli. Setelah
uang diterima oleh perusahaan, barang kemudian diserahkan kepada pembeli dan transaksi
penjualan tunai kemudian dicatat oleh perusahaan.
Berdasarkan sistem pengendalian yang baik, sistem penerimaan
kas dari penjualan tunai mengharuskan :
1.
Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus segera disetor ke
bank dengan cara melibatkan pihak lain selain kasir untuk melakukan internal
check.
2.
Penerimaan kas dari penjualan tunai dilakukan melalui
transaksi kartu kredit, yang melibatkan bank penerbit kartu kredit dalam
pencatatan transaksi penerimaan kas.
Sistem penerimaan kas dari penjualan tunai dibagi menjadi
tiga prosedur berikut ini :
1.
Penerimaan Kas dari Over-the Counter Sale
Dalam penjualan tunai ini, pembeli
datang ke perusahaan, melakukan pemilihan barang atau produk yang akan dibeli,
melakukan pembayaran ke kasir, dan kemudian menerima barang yang dibeli. Dalam Over-the
Counter Sale ini, perusahaan menerima uang tunai, cek pribadi (personal check),
atau pembayaran langsung dari pembeli dengan credit card, sebelum barang
diserahkan kepada pembeli.
Penerimaan kas dari Over-the Counter Sales dilaksanakan
melalui prosedur berikut ini :
a.
Pembeli memesan barang langsung kepada wiraniaga (sales
person) di Bagian Penjualan.
b.
Bagian Kasa menerima pembayaran dari pembeli, yang dapat
berupa uang tunai, cek pribadi (personal check), atau kartu kredit.
c.
Bagian Penjualan memerintahkan Bagian Pengiriman untuk
menyerahkan barang kepada pembeli.
d.
Bagian Pengiriman menyerahkan barang kepada pembeli.
e.
Bagian Kasa menyetorkan kas yang diterima ke bank.
f.
Bagian Akuntansi mencatat pendapatan penjualan dalam jurnal
penjualan.
g.
Bagian Akuntansi mencatat penerimaan kas dari penjualan
tunai dalam jurnal penerimaan kas.
Jika kas yang diterima berupa cek
pribadi, bank penjual (bank yang penjual memiliki rekening giro di dalamnya)
kemudian akan mengurus check clearing tersebut ke bank pembeli (bank yang
pembeli memiliki rekening giro di dalamnya). Jika kas yang diterima berupa kartu
kredit, bank penjual yang merupakan penerbit kartu kredit langsung menambah
saldo rekening giro penjual setelah dikurangi dengan credit card fee (yang
berkisar 2,5% sampai dengan 4%). Bank penerbit kartu kredit inilah yang secara
periodik melakukan penagihan kepada pemegang kartu kredit.
2.
Penerimaan Kas dari COD Sales
Cash-on-delivery sales (COD Sales)
adalah transaksi penjualan yang melibatkan kantor pos, perusahaan angkut umum,
atau angkutan sendiri dalam penyederhanaan penerimaan kas dari hasil penjualan.
COD Sales merupakan sarana untuk memperluas daerah pemasaran dan untuk
memberikan jaminan penyerahan barang bagi pembeli dan jaminan penerimaan kas
bagi perusahaan penjual.
COD Sales melalui pos dilaksanakan dengan prosedur berikut
ini:
a.
Pembeli memesan barang lewat surat yang dikirim melalui
kantor pos.
b.
Penjual mengirim barang melaui kantor pos pengirim dengan
cara mengisi formulir COD Sales di kantor pos.
c.
Kantor pos pengirim mengirim barang dan formulir COD Sales
sesuai dengan instruksi penjual kepada kantor pos penerima.
d.
Kantor pos penerima, pada saat diterimanya barang dan
formulir COD Sales memberitahukan kepada pembeli tentang diterimanya kiriman
barang COD Sales.
e.
Pembeli membawa surat panggilan ke kantor pos penerima dan melakukan
pembayaran sejumlah yang tercantum dalam formulir COD Sales. Kantor pos penerima
penyerahan barang kepada pembeli, dengan diterimanya kas dari pembeli.
f.
Kantor pos penerima memberitahu kantor pos pengirim bahwa
COD Sales telah dilaksanakan.
g.
Kantor pos pengirim memberitahu penjual bahwa COD Sales
telah selesai dilaksanakan, sehingga penjual dapat mengambil kas yang diterima
dari pembeli.
Jika lokasi pembeli berada di kota
yang sama dengan lokasi perusahaan, penyerahan barang biasanya dilaksanakan sendiri
oleh fungsi pengiriman perusahaan.
3.
Penerimaan Kas dari Credit Cerd Sale
Sebenarnya credit card bukan
merupakan suatu tipe penjualan namun merupakan salah satu pembayaran bagi
pembeli dan sarana penagihan bagi penjual. Credit card dapat merupakan sarana
bagi pembeli, baik dalam over-the-counter sale maupun dalam penjualan yang
pengiriman barangnya dilaksanakan melalui jasa pos atau angkutan umum. Dalam
over-the-counter sale, pembeli datang ke perusahaan melakukan pembayaran ke
kasir, dengan angkutan umum pembeli tidak perlu datang ke perusahaan penjual.
Pembeli memberikan persetujuan tertulis penggunaan kartu kredit dalam
pembayaran harga barang, sehingga memungkinkan perusahaan
melakukan penagihan kepada bank atau perusahaan penerbit kartu kredit.
Kartu ktedit dapat digolongkan menjadi tiga kelompok:
a.
Kartu Kredit Bank (Bank Card).
b.
Kartu Kredit Perusahaan (Company Card).
c.
Kartu Kredit Bepergian Dan Hiburan (Travel And Entertaiment
Card).
4.
Unit Organisasi/Fungsi yang Terkait (Pelaksana)
Fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas dari
penjualan tunai adalah :
a.
Fungsi Kasa
Dalam transaksi penerimaan kas dari
penjualan tunai, fungsi ini bertanggung jawab sebagai penerima kas dari
pembeli.
b.
Fungsi Pembungkus
Fungsi ini bertanggung jawab untuk
membungkus barang dan menyerahkan barang yang telah dibayar harganya kepada
pembeli.
c.
Fungsi Akuntansi
Bertanggung jawab sebagai pencatat
transaksi penjualan dan penerimaan kas dan pembuat laporan penjualan.
5.
Dokumen yang Digunakan
Dokumen yang digunakan dari sistem penerimaan kas penjualan
tunai adalah :
a.
Faktur Penjualan Tunai
Dokumen ini digunakan untuk merekam
sebagai informasi yang diperlukan oleh manajemen mengenai transaksi penjualan
tunai.
b.
Pita Register Kas (Cas Register Tape)
Dokumen ini dihasilkan oleh fungsi
kasa dengan cara mengoperasikan mesin register. Pita register ini merupakan
bukti penerimaan kas yang dikeluarkan oleh fungsi kasa dan merupakan dokumen
pendukung faktur penjualan tunai yang dicatat dalam jurnal penjualan.
c.
Credit Card Sales Slip
Dokumen ini dicetak oleh credit card
center bank yang menerbitkan kartu ktedit dan diserahkan kepada perusahaan
(disebut merchant) yang menjadi anggota kartu kredit. Bagi perusahaan yang
menjual barang atau jasa, dokumen ini di isi oleh fungsi kas dan berfungsi
sebagai alat untuk menagih uang tunai dari bang yang mengeluarkan kartu kredit,
untuk transaksi penjualan yang telah dilakukan kepada pemegang kartu ktedit.
d.
Bill Of Lading
Dokumen ini merupakan bukti
penyerahan barang dari perusahaan penjualan barang kepada perusahaan angkutan
umum. Dokumen ini digunakan oleh fungsi pengiriman dalam penjulan COD yang
penyerahan barangnya dilakukan oleh perusahaan angkutan umum.
e.
Faktur Penjulan COD
Dokumen ini digunakan untuk merekam
penjualan COD.
f.
Bukti Setor Bank
Dibuat oleh fungsi ksa sebagai
penyetoran kas yang diterima dari piutang ke bank. Bukti setor dibuat 3 lembar
dan diserahkan oleh fungsi kas ke bank, bersamaan dengan penyetoran dari
piutang ke bank. Dua lembar tembusannya diminta kembali bank setelah ditanda tangani
dan dicap oleh bank sebagai bukti penyetoran kas ke bank. Bukti setor bank
diserahkan oleh fungsi kas kepada fungsi akuntansi, dan dipakai oleh fungsi
akuntansi sebagai dokumen sumber untuk pencataan transaksi penerimaan kas dari
piutang kedalam jurnal penerimaan kas.
g.
Rekapitulasi Harga Pokok Penjualan
Dokumen ini digunakan oleh fumgsi
akuntansi untuk meringkas harga pokok produk yang dijual selama satu periode.
Dokumen ini digunakan oleh fungsi akuntansi sebagai dokumen pendukung bagi
pembuatan bukti memorial untuk mencatat harga pokok yang dijual.
6.
Catatan Akuntansi yang Digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penerimaan kas
dari penjulan tunai adalah :
a.
Jurnal Penjualan
Jurnal penjualan digunakan oleh
fungsi akuntansi untuk mencatat dan meringkas data penjualan. Jika perusahaan
menjual berbagai macam produk dan manajemen memerkukan informasi penjualan
setiap jenis produk yang dijualnya selama jangka waktu tertentu, dalam jurnal
penjualan disediakan satu kolom untuk setiap jenis produk guns meringkas
informasi penjualan menurut jenis produk tersebut.
b.
Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal ini digunakan oleh fungsi
akuntansi untuk mencatat penerimaan kas dari berbagai sumber, diantaranya
penjulan tunai.
c.
Jurnal Umum
Dalam transaksi penerimaan kas dari
penjualan tunai , jurnal ini digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat
harga pokok produk yang dijual.
d.
Kartu Persedian
Kartu persedian digunakan oleh
fungsi akuntansi untuk mencatat berkurangnya harga pokok produk yang dijual.
Kartu persedian ini diselenggarakan di fungsi akuntansi untuk
mengawasi mutasi dan persedian barang yang disimpan digudang.
e.
Kartu Gudang
Catatan ini tidak
termasuk catatan akuntansi karena hanya nerisi data kuantitas persediaan yang
disimpan digudang. Catatan ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk
mencatat .kartu gudang digunakan untuk mencatat berkurangnya kuantitas produk
yang dijual.
7.
Flowchart Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai
A.
SISTEM PENERIMAAN KAS DARI PIUTANG
Penerimaan kas dari piutang dapat dilakukan
melalui berbagai cara melalui penagih perusahaan, melalui pos, dan melalui
Lock-Box collection plan.
Diantara berbagai cara penagihan
piutang tersebut, penerimaan kas dari piutang seharusnya mewajibkan debitur
melakukan pembayaran dengan menggunakan cek atas nama, yang secara jelas
mencantumkan nama perusahaan yang berhak menerima pembayaran diatas cek. Dengan
cek atas nama ini, perusahaan akan terjamin menerima kas dari debitur, sehingga
kecil kemungkinan orang yang tidak berhak dapat menguangkan cek yang diterima
dari debitur untuk kepentingan pribadinya.
1.
Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas dari piutang
adalah :
a.
Fungsi Sekretariat
Dalam sistem penerimaan kas dari
piutang, fungsi sekretariat bertanggung jawab dalam penerimaan cek
dan surat pemberitahuan (remintance ad-vice) melalaui pos dari para debitur
perusahaan. Fungsi ini bertugas untuk membuat daftar surat pemberitahuan yang
diterima bersama cek dari para debitur.
b.
Fungsi Penagihan
Jika perusahaan melakukan penagihan
piutang langsung kepada debitur melalui penagihan perusahaan, fungsi penagihan
bertanggung jawab untuk melakukan penagihan kepada debitur perusahaan
berdasarkan daftar piutang yang ditagih yang dibuat oleh fungsi akuntansi.
c.
Fungsi Kasa
Fungsi ini bertanggung jawab atas
penerimaan cek dari fungsi sekretariat (jika penerimaan kas dari piutang
dilaksanakan melalaui penagih perusahaan). Fungsi kasa bertanggung jawab untuk
penyetoran kas yang diterima dari berbagai fungsi tersebut segera ke bank dalam
jumlah penuh.
d.
Fungsi Akuntansi
Bertanggung jawab atas pencataan
penerimaan kas dari piutang kedalam jurnal penerimaan kas dan berkurangnya
piutang kedalam kartu piutang.
2.
Dokumen yang Digunakan
Dokumen yang digunakan dalam sistem penerimaan kas dari
piutang adalah :
a.
Surat Pemberitahuan
Dokumen ini dibuat oleh debitur
untuk memberitahu maksud pembayaran yang dilakukannya. Surat pemberitahuaan
biasanya berupa tembusan bukti kas keluar yang dibuat oleh debitur, yang
disertakan dengan cek yang dikirim oleh debitur melalui penagih perusahaan atau
pos. Bagi perusahaan yang menerima kas dari piutang, surat pemberitahuaan ini digunakan
sebagai sumber dalam pencatatan berkurangnya piutang di dalam kartu piutang.
Karena surat pemberitahuaan biasanya berupa tembusan bukti kas keluar.
b.
Daftar Surat Pemberitahuan
Merupakan rekapitulasi penerimaan
kas yang dibuat oleh fungsi sekretariat atau fungsi penagihan. Jika penerimaan
kas dari piutang perusahaan dilakukan melalui pos, fungsi sekretariat bertugas
membuka amplop surat memisahkan surat pemberitahuan dengan cek, dan membuat
daftar surat pemberitahuan yang diterima setiap hari.
c.
Bukti Setor Bank
Dibuat oleh fungsi kasa sebagai penyetoran kas yang diterima
dari piutang ke bank. Bukti setor dibuat 3 lembar dan diserahkan oleh fungsi
kas ke bank, bersamaan dengan penyetoran dari piutang ke bank. Dua lembar
tembusannya diminta kembali bank setelah ditandatangani dan dicap oleh
bank sebagai bukti penyetoran kas ke bank. Bukti setor bank
diserahkan oleh fungsi kasa kepada fungsi akuntansi, dan dipakai oleh fungsi
akuntansi sebagai dokumen sumber untuk pencataan transaksi penerimaan kas dari
piutang kedalam jurnal penerimaan kas.
4.
Sistem Peneriamaan Kas Dari Piutang Melalui Penagih
Perusahaan
Penerimaan kas dari piutang melalui penagih perusahaan
dilaksanaan dengan prosedur:
a.
Bagian piutang memberikan daftar yang sudah saatnya ditagih
kepada bagian penagih
b.
Bagian penagih mengirimkan penagih, yang merupakan karyawan
perusahaaan untuk melakukan penagihan kepada debitur
c.
Bagian penagih menerima cek atas nama dan surat
pemberitahuan kepada debitur
d.
Bagian penagih menyerahkan cek kepada bagian kasa
e. Bagian penagih menyerahkan surat pemberitahuan kepada bagian
piutang untuk kepentingan posting ke dalam kartu piutang
f.
Bagian kasa mengirim kuitansi cek tersebut sebagai tanda
penerimaan kas kepada debitur
g.
Bagian kasa menyetorkan cek ke bank, setelah cek atas cek
tersebut dilakukan endorsement oleh pejabar yang berwenang
h.
Bank perusahaan melakukan clearing atas cek tersebut kepada
debitur.
5.
Sistem Penerimaan Kas Dari Piutang Melalui Pos
Sistem penerimaan kas dari piutang melalui pos dilaksanakan
dengan prosedur berikut ini:
a.
Bagian Penagih mengirim faktur penjualan kredit kepada
debitur pada transaksi penjualan kredit terjadi.
b.
Debitur mengirim cek atas nama yang dilampiri surat
pemberitahuaan melalui pos.
c.
Bagian sekretariat menerima cek atas nama dan surat
pemberitahuan dari debitur.
d.
Bagian sekretariat menyerahkan cek kepada bagian kasa.
e. Bagian sekretariat menyerahkan surat pemberitahuan kepada
bagian piutang untuk kepentingan posting kedalam kartu piutang.
f.
Bagian kasa mengirim kuitansi kepada
debitur sebagai tanda penerima pembayaran dari debitur.
6.
Sistem Penerimaan Kas dari Piutang Melalui
Lock-Box-Collection Plan
Sistem penerimaan kas dari piutang
melalui lock-box-collection plan dilaksanakan dengan prosedur berikut ini:
a.
Bagian penagihan mengirim faktur penjualan kredit kepada
debitur pada saat transaksi penjualan kredit terjadi.
b.
Debitur melakukan pembayaran utangnya pada saat faktur jatuh
tempo dengan mengirim cek dan surat pemberitahuan ke PO Box di kota
terdekat
c.
Bank membuka PO Box dan mengumpulkan cek dan surat
pemberitahuan yang diterima oleh perusahaan.
d.
Bank membuat daftar surat pemberitahuan. Dokumen ini
dilampiri dengan surat pemberitahuan dikirim oleh ke bank ke bagian
sekretariat.
e.
Bank mengurus chack clearing.
f.
Bagian sekretariat menyerahkan surat pemberitahuan kepada
bagian piutang untuk mengkredit rekening membantu piutang debitur yang
bersangkutan.
g.
Bagian sekretariat menyerahkkan daftar surat pemberitahuan
ke bagian kasa.
h.
Bagian kasa menyerahkan daftar surat
pemberitahuan ke bagian jurnak untuk dicatat di dalam jurnal
penerimaan kas.
7.
Flowchart
Penerimaan Kas dari Piutang
SISTEM
AKUNTANSI PENGELUARAN KAS
Keberadaan
sistem pengeluaran kas dapat mendukung pencapaian tujuan dari perusahaan.
Sistem tersebut membuat perusahaan lebih mudah dalam mengelola hal- hal yang
berkaitan dengan besarnya pengeluaran kas yang terjadi yang pada akhirnya dapat
berpengaruh terhadap laba yang diterima perusahaan. Laba tersebut tentunya
dapat bermanfaat bagi kelangsungan perusahaan dan pihak pihak yang
berkepentingan seperti manajer, karyawan, investor, bank dan lain sebagainya.
Sistem akuntansi
pengeluaran kas terdiri dari dua sistem pokok yaitu sistem akuntansi
pengeluaran kas dengan cek dan sistem pengeluaran kas dengan uang tunai melalui
sistem dana kas kecil (Mulyadi, 2001: 509). Sistem akuntansi pengeluaran kas
ini terdiri dari dokumen, catatan akuntansi yang digunakan, fungsi terkait, jaringan
prosedur yang membentuk sistem akuntansi pengeluaran kas.
A.
SISTEM
AKUNTANSI PENGELUARAN KAS DENGAN CEK
Sistem
akuntansi pengeluaran kas dengan menggunakan cek biasanya ditujukan untuk
pengeluaran yang jumlah nominalnya besar. Pengeluaran kas dengan sistem cek ini
mempunyai beberapa kebaikan ditinjau dari pengendalian intern,
diantaranya :
a.
Pengeluaran kas dengan
cek dapat menjamin bahwa cek yang dikeluarkan diterima oleh pihak yang namanya
tercantum dalam formulir cek
b.
Transaksi pengeluaran
kas dapat direkam oleh bank sebagai pihak luar yang kemudian pihak bank akan
mengirimkan rekening koran kepada perusahaan. Rekening koran ini dapat
digunakan perusahaan untuk mengecek ketelitian catatan transaksi pengeluaran
kas.
c. Pengeluaran kas dengan
cek juga memberikan manfaat tambahan yaitu adanyacancelled chek yang
merupakan tanda terima kas dari pihak yang menerima pembayaran. Dengan
penggunaan cek dalam pengeluaran kas, check issuer secara otomatis
menerima tanda terima kas dari pihak yang menerima pembayaran.
Berdasarkan
uraian di atas maka pengeluaran kas dengan menggunakan cek sangat berguna
sekali bagi perusahaan karena dapat ditelusur penggunaan cek tersebut.
Penelusuran tersebut dapat dilakukan melalui rekonsiliasi bank.
Berikut dokumen,
catatan, fungsi terkait, jaringan prosedur dan unsur pengendalian intern yang
membentuk sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek :
1.
Dokumen
yang digunakan
Dokumen yang digunakan dalam sistem
akuntansi pengeluaran kas dengan cek adalah :
a.
Bukti Kas Keluar (BKK)
Dokumen
ini berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas kepada bagian kasa sebesar yang
tercantum dalam dokumen tersebut. BKK ini juga dikirimkan kepada kreditur
sebagai surat pemberitahuan dan sebagai dokumen sumber bagi pencatatan
berkurangnya utang.
b.
Cek
Cek
merupakan dokumen perintah kepada bank untuk melakukan pembayaran sejumlah uang
kepada pihak/orang yang tercatum dalam dokumen tersebut.
c.
Permintaan Cek
Dokumen
ini berfungsi sebagai permintaan dari fungsi yang memerlukan pengeluaran kas
kepada fungsi akuntansi untuk membuat bukti kas keluar.
2.
Catatan
Akuntansi yang Digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan
dalam sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek adalah :
a.
Jurnal Pengeluaran Kas
Catatan
ini digunakan untuk mencatat segala pengeluran kas yang dilakukan oleh
perusahaan. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan dalam jurnal
ini adalah faktur dari pemasok yang telah dicap “lunas” oleh fungsi kas.
b.
Register Cek
Register
cek ini digunakan untuk mencatat cek-cek perusahaan yang dikeluarkan untuk
pembayaran para kreditur perusahaan atau pihak lain.
3.
Fungsi
Terkait
Fungsi yang terkait dengan sistem
akuntansi pengeluaran kas dengan cek adalah :
a.
Fungsi Yang Memerlukan
Pengeluaran Kas
Fungsi
ini biasanya mengajukam cek kepada fungsi akuntansi (bagian utang) jika
memerlukan pengeluaran kas untuk suatu kepentingan perusahaan. Permintaan cek
ini harus mendapatkan persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan. Jika
perusahaan menggunakan voucher payable system maka bagian utang
membuat bukti kas keluar untuk memungkinkan bagian kasa mengisi cek sejumlah
permintaan yang diajukan oleh fungsi yang memerlukan pengeluaran kas.
b.
Fungsi Kasa
Fungsi
ini bertanggung jawab dalam mengisis cek, memintakan otorisasi cek dan
mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayarkan secara langsung kepada
kreditur atau melakukan pemindahbukuan melalui jasa perbankan.
c.
Fungsi Akuntansi
Fungsi
ini bertanggung jawab atas pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan
sediaan, pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau
register cek, dan pembuatan BKK yang memberikan otorisasi kepada fungsi kasa
dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokuemen tersebut.
4.
Flowchart
Pengeluaran Kas dengan Cek
SISTEM KAS
Kas merupakan suatu
aktiva lancar (Current Assets) yang meliputi uang logam, uang kertasatausejenisnya yang bisa digunakan sebagai alat tukar dan mempunyai dasar
pengukuran akuntansi. Kas merupakan asset yang paling lancar/likuid dan paling
beresiko, sehingga perlu manajemen kas yang seketat mungkin untuk menghindari
hal-hal yang dapat merugikan perusahaan.
Ada dua sistem kas, yaitu:
1. Sistem
Penerimaan Kas
2. Sistem
Pengeluaran Kas
1.
SISTEM
PENERIMAAN KAS
Penerimaan kas adalah kas yang diterima perusahaan
baik yang berupa uang tunai maupun surat-surat berharga yang mempunyai sifat
dapat segara digunakan, yang berasal dari
transaksi perusahaan maupun
penjualan tunai, pelunasan piutang, atau transaksi lainnya yang dapat menambah
kas perusahaan. “Sumber pnerimaan kas terbesar suatu perusahaan dagang
berasal dari transaksi penjualan tunai” (Mulyadi,2003:455).
Penerimaan kas bisa berasal dari berbagai macam sumber
yaitu dari:
- Penjualan Tunai,
- Penjualan Aktiva Tetap,
- Pinjaman baik dari Bank maupun dari Wesel,
- Setoran Modal Baru.
Tetapi penerimaan kas perusahaan biasanya berasal dari
2 sumber utama :
- Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai
- Penerimaan Kas dari Piutang.
SISTEM
PENERIMAAN KAS DARI PENJUALAN TUNAI
1. PENGERTIAN SISTEM PENERIMAAN KAS
DARI PENJUALAN TUNAI
Definisi menurut Mulyadi (2008:455),
sumber penerimaan kas terbesar suatu perusahaan dagang adalah berasal dari
transaksi penjualan tunai. Berdasarkan sistem pengendalian intern yang baik,
sistem penerimaan kas dari penjualan tunai mengharuskan :
i)
Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus
segera disetor ke bank dalam jumlah penuh dengan cara melibatkan pihak lain
selain kasir untuk melakukan internal check.
ii) Penerimaan
kas dari penjualan tunai dilakukan melalui transaksi kartu kredit, yang
melibatkan bank penerbit kartu kredit dalam pencatatan penerimaan kas.
2. UNIT ORGANISASI YANG TERKAIT DALAM
SISTEM PENERIMAAN KAS DARI PENJUALAN TUNAI
Fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas dari
penjualan tunai adalah :
i)
Fungsi Penjualan.
Dalam transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai,
fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima order dari pembeli, mengisi faktur
penjualan tunai, dan menyerahkan faktur tersebut kepada pembeli untuk
kepentingan pembayaran ke fungsi kas.
ii) Fungsi Kas.
Dalam transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai,
fungsi ini bertanggung jawab sebagai penerima kas dari pembeli.
iii) Fungsi
Gudang.
Fungsi ini bertanggung jawab menyiapkan barang yang disimpan
oleh pembeli, serta menyerahkan barang tersebut ke fungsi pengiriman.
iv) Fungsi
Pengiriman.
Fungsi ini bertanggung jawab untuk membungkus barang
dan menyerahkan barang yang telah dibayar harganya kepada pembeli.
v) Fungsi
Akuntansi.
Bertanggung jawab sebagai pencatat transaksi penjualan
dan penerimaan kas dan pembuat laporan penjualan.
3. DOKUMEN YANG DIGUNAKAN DALAM SISTEM
PENJUALAN KAS DARI PENJUALAN TUNAI
Dokumen yang digunakan dari sistem penerimaan kas
penjualan tunai adalah :
(1)
Faktur Penjualan Tunai.
Dokumen ini digunakan untuk merekam sebagai informasi
yang diperlukan oleh manajemen mengenai transaksi penjualan tunai.
(2)
Pita Register Kas (cas register tape).
Dokumen ini dihasilkan oleh fungi kas dengan cara
mengoperasikan mesin register. Pita register ini merupakan bukti penerimaan kas
yang dikeluarkan oleh fungsi kas dan merupakan dokumen pendukung faktur
penjualan tunai yang dicatat dalam jurnal penjualan.
(3)
Credit Card Sales Slip.
Dokumen ini dicetak oleh credit card center bank yang
menerbitkan kartu ktedit dan diserahkan kepada perusahaan (disebut merchant)
yang menjadi anggota kartu kredit. Bagi perusahaan yang menjual barang atu
jasa, dokumen ini di isi oleh fungsi kas dan berfungsi sebagai alat untuk
menagih uang tunai dari bang yang mengeluarkan kartu kredit, untuk transaksi
penjualan yang telah dilakukan kepada pemegang kartu ktedit.
(4)
Bill of Lading.
Dokumen ini merupakan bukti penyerahan barang dari
perusahaan penjualan barang kepada perusahaan angkutan umum. Dokumen ini
digunakan oleh fungsi pengiriman dalam penjulan COD yang penyerahan barangnya
dilakukan oleh perusahaan angkutan umum.
(5)
Faktur Penjualan COD (Cash-on Delivery).
Dokumen ini digunakan untuk merekam penjualan COD
(6)
Bukti Setor Bank.
Dibuat oleh fungsi ksa sebagai penyetoran kas yang
diterima dari piutang ke bank. Bukti setor dibuat 3 lembar dan diserahkan oleh
fungsi kas ke bank, bersamaan dengan penyetoran dari piutang ke bank. Dua
lembar tembusannya diminta kembali bank setelah ditandatangani dan dicap oleh
bank sebagai bukti penyetoran kas ke
bank. Bukti setor bank diserahkan oleh fungsi kas kepada fungsi akuntansi, dan
dipakai oleh fungsi akuntansi sebagai dokumen sumber untuk pencataan transaksi
penerimaan kas dari piutang kedalam jurnal penerimaan kas.
(7)
Rekapitulasi Harga Pokok Penjualan.
Dokumen ini digunakan oleh fungsi akuntansi untuk
meringkas harga pokok produk yang dijual selama satu periode. Dokumen ini
digunakan oleh fungsi akuntansi sebagai dokumen pendukung bagi pembuatan bukti
memorial untuk mencatat harga pokok yang dijual.
4. CATATAN AKUNTANSI YANG DIGUNAKAN
DALAM SISTEM PENERIMAAN KAS DARI PENJUALAN TUNAI
Catatan Akuntansi yang digunakan dalam
Sistem Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai adalah:
1. Jurnal
Penjualan.
Jurnal
penjualan digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat dan meringkas data
penjualan. Jika perusahaan menjual berbagai macam produk dan manajemen
memerkukan informasi penjualan setiap jenis produk yang dijualnya selama jangka
waktu tertentu, dalam jurnal penjualan disediakan satu kolom untuk setiap jenis
produk guns meringkas informasi penjualan menurut jenis produk tersebut.
2. Jurnal
Penerimaan Kas.
Jurnal
ini digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat penerimaan kas dari berbagai
sumber, diantaranya penjulan tunai.
3. Jurnal
Umum.
Dalam
transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai, jurnal ini digunakan oleh fungsi
akuntansi untuk mencatat harga pokok produk yang dijual.
4. Kartu
Persediaan.
Kartu
persedian digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat berkurangnya harga
pokok produk yang dijual. Kartu persedian ini diselenggarakan di fungsi
akuntansi untuk mengawasi mutasi dan persedian barang yang disimpan digudang.
5. Kartu
Gudang.
Catatan ini tidak termasuk catatan akuntansi karena
hanya berisi data kuantitas persediaan yang disimpan digudang. Catatan ini
diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat. Kartu gudang digunakan untuk
mencatat berkurangnya kuantitas produk yang dijual.
5.
FLOWCHART
SISTEM PENERIMAAN KAS DARI PENJUALAN TUNAI
SISTEM PENERIMAAN KAS DARI PIUTANG
1.
PENGERTIAN
SISTEM PENERIMAAN KAS DARI PIUTANG
Definisi menurut Mulyadi (2008:493),
menjelaskan bahwa untuk menjamin diterimanya kas oleh perusahaan, sistem
penerimaan kas dari piutang mengharuskan:
1. Debitur
melakukan pembayaran dengan cek atau dengan cara pemindahbukuan melalui
rekening bank (giro bilyet). Jika perusahaan hanya menerima kas dalam bentuk
cek atas nama perusahaan , akan menjamin kas yang diterima oleh perusahaan
masuk ke rekening giro bank perusahaan. Pemindahbukuan juga akan memberikan
jaminan penerimaan kas masuk ke rekening giro bank perusahaan.
2. Kas
yang diterima dalam bentuk cek dari debitur harus segera disetor ke bank dalam
jumlah penuh.
2.
UNIT
ORGANISASI YANG TERKAIT DALAM SISTEM PENERIMAAN KAS DARI PIUTANG
Pendapat yang dikemukakan oleh Mulyadi
(2001:487) mengenai fungsi yang terkait dalam penerimaan kas adalah:
1.
Fungsi Sekretariat.
Fungsi sekretariat ini bertanggung jawab
dalam penerimaan cek dan surat pemberitahuan (remittance ad-vice)
melalui pos dari para debitur perusahaan.
2.
Fungsi Penagihan.
Fungsi penagihan ini bertanggung jawab
untuk melakukan penagihan piutang langsung kepada debitur melalui penagih
perusahaan, untuk melakukan penagihan kepada para debitur perusahaan
berdasarkan daftar piutang yang ditagih yang dibuat oleh fungsi akuntansi.
3.
Fungsi Kas.
Fungsi kas bertanggung jawab untuk
menyetorkan kas yang diterima dari berbagai fungsi tersebut segera ke Bank
dalam jumlah penuh.
4.
Fungsi Akuntansi.
Fungsi akuntansi bertanggung jawab dalam
pencatatan penerimaan kas dan berkurangnya piutang ke dalam kartu piutang.
5.
Fungsi Pemeriksa Intern.
Fungsi pemeriksa intern bertanggung
jawab dalam melaksanakan perhitungan kas yang ada ditangan kas secara periodik.
3.
DOKUMEN
YANG DIGUNAKAN DALAM SISTEM PENERIMAAN KAS DARI PIUTANG
Dokumen yang digunakan dalam penerimaan
kas dari piutang menurut Mulyadi (2001:488) adalah:
a)
Surat Pemberitahuan.
Dokumen
ini dibuat oleh debitur untuk memberitahu maksud pembayaran yang dilakukan.
Surat pemberitahuan biasanya berupa tembusan bukti kas keluar oleh debitur,
yang disertakan dengan cek yang dikirimkan oleh debitur melalui penagih
perusahaan atau pos.
b)
Daftar Surat Pemberitahuan.
Daftar
surat pemberitahuan merupakan rekapitulasi penerimaan kas yang dibuat oleh
fungsi secretariat atau fungsi penagihan. Jika penerimaan kas dari piutang
perusahaan dilaksanakan melalui pos, fungsi sekretariat bertugas membuka amplop
surat memisahkan surat pemberitahuan dengan cek, dan membuat daftar surat
pemberitahuan yang diterima setiap hari.
c)
Bukti Setor Bank.
Dokumen
ini dibuat oleh fungsi kas sebagai bukti penyetoran kas yang diterima dari
piutang ke bank. Bukti setor dibuat 3 lembar dan diserahkan oleh fungsi kas ke
bank, bersamaan dengan penyetoran kas piutang ke bank.
d)
Kuitansi.
Dokumen
ini merupakan bukti penerimaan kas yang dibuat oleh perusahaan bagi para
debitur yang telah melakukan pembayaran uang mereka. Kuitansi sebagai tanda
penerimaan kas dibuat dalam sistem perbankan yang tidak mengembalikan cancelled
check kepada check insuer.
4.
CATATAN
YANG DIGUNAKAN DALAM SISTEM PENERIMAAN KAS DARI PIUTANG
Catatan akuntansi yang digunakan dalam
sistem penerimaan kas dari piutang adalah:
a. Buku
Besar Piutang.
Catatan
ini merupakan buku besar yang berisi rincian mutasi piutang perusahaan kepada
tiap-tiap debitur.
b. Jurnal
Penerimaan Kas.
Catatan
ini digunakan untuk mencatat adanya penerimaan kas yang berasal dari pelunasan
para debitur
5. FLOWCHART SISTEM PENERIMAAN KAS
DARI PIUTANG
a. Flowchart Sistem Penerimaan Kas
dari Piutang melalui Penagihan Perusahaan
Prosedur:
1)
Bagian piutang memberikan daftar piutang
yang sudah saatnya ditagih kepada bagian penagih.
2)
Bagian penagihan mengirimkan penagih,
yang merupakan karyawan perusahaan, untuk melakukan penagihan kepada debitur.
3)
Bagian penagihan menerima cek atas nama
dan surat pemberitahuan dari debitur.
4)
Bagian penagihan menyerahkan cek kepada
bagian kasa.
5)
Bagian penagihan menyerahkan surat
pemberitahuan kepada bagian piutang untuk kepentingan posting ke dalam kartu
piutang.
6)
Bagian kasa mengirim kuitansi sebagai
tanda penerimaan kas kepada debitur.
7)
Bagian kasa menyetorkan cek ke bank,
setelah cek atas cek tersebut dilakukan endorsement oleh pejabat yang
berwenang.
8)
Bank perusahaan melakukan clearing atas
cek tersebut ke bank debitur.
b. Flowchart Sistem Penerimaan Kas
dari Piutang melalui Pos
Prosedur:
1)
Bagian penagihan mengirim faktur
penjualan kredit kepada debitur pada saat transaksi penjualan kredit tersebut.
2)
Debitur mengirim cek atas nama yang
dilampiri surat pemberitahuan melalui pos.
3)
Bagian sekretariat menerima cek atas
nama dan surat pemberitahuan dari debitur.
4)
Bagian secretariat menyerahkan surat
pemberitahuan kepada bagian piutang untuk kepentingan posting kedalam kartu
piutang.
5)
Bagian kasa mengirim kuitansi kepada
debitur sebagai tanda terima pembayaran.
6)
Bagian kasa menyetorkan cek ke bank,
setelah cek atas cek tersebut dilakukan endorsement
oleh pejabat yang berwenang.
7)
Bank perusahaan melakukan clearing atas
cek tersebut ke bank debitur.
c. Flowchart Sistem Penerimaan Kas
dari Piutang melalui Lock-Box Collection Plan
Prosedur:
1.
Bagian penagihan mengirim faktur
penjualan kredit kepada debitur pada saat transaksi terjadi.
2.
Debitur melakukan pembayaran uangnya
pada saat faktur jatuh tempo dengan mengirimkan cek dan surat pemberitahuan ke PO
BOX di kota terdekat.
3.
Bank membuka PO BOX dan mengumpulkan cek
dan surat pemberitahuan yang diterima oleh perusahaan.
4.
Bank membuat daftar surat pemberitahuan.
Dokumen ini di lampiri dengan surat pemberitahuan dikirimkan oleh bank ke
bagian sekretariat.
5.
Bank mengurus check clearing.
6.
Bagian secretariat menyerahkan surat
pemberitahuan kepada bagian piutang untk mengkredit rekening pembantu piutang
dari debitur yang bersangkutan.
7.
Bagian secretariat menyerahkan surat
pemberitahuan ke bagian kasa.
8.
Bagian kas menyerahkan daftar surat
pemberitahuan ke bagian jurnal untuk mencatat di dalam jurnal penerimaan kas.
SISTEM
PENGELUARAN KAS
Sistem akuntansi
pengeluaran kas merupakan sistem yang digunakan untuk mencatat seluruh
transaksi pengeluaran kas, yang meliputi serangkaian proses kegiatan menerima,
menyimpan, menyetor, membayar, menyerahkan dan mempertanggungjawabkan
pengeluaran uang yang berada dalam pengelolaan suatu perusahaan.
Sistem akuntansi
pengeluaran kas terdiri dari dua sistem pokok, yaitu:
1.
Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas dengan
Cek.
2.
Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas dengan
Uang Tunai melalui Sistem Dana Kas Kecil.
SISTEM
PENGELUARAN KAS DENGAN CEK
Sistem akuntansi pengeluaran kas dengan menggunakan cek
biasanya ditujukan untuk pengeluaran yang jumlah nominalnya besar.
1. UNIT ORGANISASI YANG TERKAIT DALAM
SISTEM PENGELUARAN KAS DENGAN CEK
Unit
Organisasi yang terkait dalam sistem Pengeluaran Kas dengan Cek adalah:
a. Fungsi yang memerlukan pengeluaran
kas
Fungsi ini
biasanya mengajukan cek kepada fungsi akuntansi (bagian utang) jika memerlukan
pengeluaran kas untuk suatu kepentingan perusahaan. Permintaan cek ini harus
mendapatkan persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan. Jika perusahaan
menggunakan voucher payable system maka bagian utang membuat
bukti kas keluar untuk memungkinkan bagian kasa mengisi cek sejumlah permintaan
yang diajukan oleh fungsi yang memerlukan pengeluaran kas.
b. Fungsi Kas
Fungsi ini
bertanggung jawab dalam mengisis cek, memintakan otorisasi cek dan mengirimkan
cek kepada kreditur via pos atau membayarkan secara langsung kepada kreditur
atau melakukan pemindahbukuan melalui jasa perbankan.
c. Fungsi Akuntansi
Fungsi ini
bertanggung jawab atas (a) pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan
sediaan, pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau
register cek, dan pembuatan BKK yang memberikan otorisasi kepada fungsi kas
dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokuemen tersebut.
d. Fungsi Pemeriksa Intern
Fungsi ini
bertanggung jawab untuk melakukan penghitungan kas secara periodik dan
mencocokkan hasil penghitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi.
Selain itu, fungsi ini juga melakukan pemeriksaan secara mendadak terhadap
saldo kas yang ada di tangan dan membuat rekonsiliasi secara periodik.
2. DOKUMEN YANG DIGUNAKAN DALAM SISTEM
PENGELUARAN KAS DENGAN CEK
Dokumen-dokumen
yang digunakan dalam Sistem Pengeluaran Kas dengan Cek adalah:
a. Bukti Kas Keluar (BKK)
Dokumen
ini berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas kepada bagian kasa sebesar yang
tercantum dalam dokumen tersebut. BKK ini juga dikirimkan kepada kreditur
sebagai surat pemberitahuan dan sebagai dokumen sumber bagi pencatatan
berkurangnya utang.
b. Cek
Cek
merupakan dokumen perintah kepada bank untuk melakukan pembayaran sejumlah uang
kepada pihak/orang yang tercatum dalam dokumen tersebut.
c. Permintaan cek
Dokumen
ini berfungsi sebagai permintaan dari fungsi yang memerlukan pengeluaran kas
kepada fungsi akuntansi untuk membuat bukti kas keluar
3.
CATATAN AKUNTANSI YANG DIGUNAKAN DALAM
SISTEM PENGELUARAN KAS DENGAN CEK
Catatan
akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek
adalah :
a. Jurnal pengeluaran kas
Catatan
ini digunakan untuk mencatat segala pengeluran kas yang dilakukan oleh
perusahaan. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan dalam jurnal
ini adalah faktur dari pemasok yang telah dicap “lunas” oleh fungsi kas.
b. Register cek
Register
cek ini digunakan untuk mencatat cek-cek perusahaan yang dikeluarkan untuk
pembayaran para kreditur perusahaan atau pihak lain.
4.
FLOWCHART SISTEM AKUNTANSI
PENGELUARAN KAS DENGAN CEK
SISTEM AKUNTANSI PENGELUARAN KAS
DENGAN UANG TUNAI MELALUI SISTEM DANA KAS KECIL
Sistem dana kas kecil digunakan perusahaan jika
terjadi pengeluaran dengan nominal kecil. Sistem ini dilakukan dengan dua
cara yaitu sistem saldo berfluktuasi (fluctuating fund balance
system) dan sistem saldo tetap (imprest system).
1.
UNIT
ORGANISASI YANG TERKAIT DALAM SISTEM PENGELUARAN KAS DENGAN UANG TUNAI MELALUI
SISTEM DANA KAS KECIL
Unit Organisasi yang terkait dalam
Sistem Pengeluaran Kas dengan Uang Tunai melalui Sistem Dana Kas Kecil adalah:
a. Fungsi kas
Fungsi
ini bertanggungjawab dalam mengisi cek, memintakan otorisasi cek, dan
menyerahkan cek kepada pemegang dana kas kecil pada saat pembentukan dan
pengisian kembali dana kas kecil.
b. Fungsi akuntansi
Fungsi
ini bertanggungjawab atas pencatatan pengeluaran kas kecil yang menyangkut
biaya dan persediaan, pencatatan transaksi pembentukan dan pengisian kembali
dana kas kecil, pencatatan pengeluaran dana kas kecil dalam jurnal pengeluaran
dana kas kecil dan pembuatan BKK yang memberikan otorisasi kepada fungsi kas
dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut.
c. Fungsi pemegang kas kecil
Fungsi
ini bertanggungjawab atas penyimpanan dana kas kecil, pengeluaran dana kas
kecil sesuai dengan otorisasi dari pejabat tertentu yang ditunjuk, dan
permintaan kembali dana kas kecil.
d. Fungsi yang memerlukan pembayaran
tunai
Fungsi
ini mengajukan permintaan untuk melakukan pembayaran tunai yang menggunakan
dana kas kecil.
e. Fungsi pemeriksa intern
Fungsi
ini bertanggungjawab atas penghitungan dana kas kecil secara periodic dan
pencocokan hasil penghitungan dengan catatan kas.
2.
DOKUMEN
YANG DIGUNAKAN DALAM SISTEM PENGELUARAN KAS DENGAN UANG TUNAI MELALUI SISTEM
KAS KECIL
Dokumen yang digunakan dalam Sistem
Pengeluaran Kas dengan Uang Tunai melalui Sistem Kas Kecil adalah:
a. BKK
Dokumen
ini berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas dari fungsi akuntansi kepada
fungsi kas sebesar yang tercantum. Dokumen ini diperlukan saat pembentukan dana
kas kecil dan pada saat pengisian kembali dana kas kecil.
b. Cek
Cek
merupakan dokumen perintah kepada bank untuk melakukan pembayaran sejumlah uang
kepada pihak / orang yang tercatum dalam dokumen tersebut.
c. Permintaan pengeluaran kas kecil
Dokumen
ini digunakan oleh pemakai dana kas kecil untuk meminta uang ke pemegang dana
kas kecil. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti telah dikeluarkannya dana kas
kecil bagi pemegang dana kas kecil dan selanjutnya diarsip menurut nama pemakai
dana kas kecil.
d. Bukti pengeluaran kas kecil
Dokumen
ini dibuat oleh pemakai dana kas kecil untuk mempertanggungjawabkan pemakaian
dana kas kecil. Dalam sistem saldo tetap, bukti dokumen ini dilampiri dengan
dokumen pendukungnya dan disimpan dalam arsip sementara oleh pemegang dana kas
kecil untuk keperluan pengisian kembali, sedangkan dalam sistem saldo
berfluktuasi, dokumen ini dilampiri dengan dokumen pendukungnya dan diserahkan
oleh pemegang dana kas kecil kepada fungsi akuntansi untuk dicatat dalam jurnal
pengeluaran dana kas kecil.
e. Permintaan pengisian kembali kas
kecil
Dokumen
ini dibuat oelh pemegang dana kas kecil untuk meminta kepada bagian utang agar
membuat BKK untuk pengisian kembali dana kas kecil. Dalam sistem saldo tetap
maka jumlah pengisian kembali dana kas kecil sebesar jumlah uang tunai yang
dikeluarkan sesuai yang tercantum dalam bukti pengeluaran kas kecil yang
dikumpulkan dalam arsip pemegang dana kas kecil. Dalam sistem saldo
berfluktuasi, pengisian kembali didasarkan sesuaikebutuhan pengeluran uang
tunai yang diperkirakan oleh pemegang dana kas kecil.
3.
CATATAN AKUNTANSI YANG DIGUNAKAN
DALAM SISTEM PENGELUARAN KAS DENGAN UANG TUNAI MELALUI SISTEM KAS KECIL
Catatan
akuntansi yang digunakan dalam sistem dana kas kecil diantaranya :
a. Jurnal pengeluaran kas
Jurnal
ini digunakan untuk mencatat pengeluaran kas dalam pembentukan dana kas kecil
dan dalam pengisian kembali kas kecil.
b. Register Cek
Catatan
ini digunakan untuk mencatat cek perusahaan yang dikeluarkan untuk pembentukan
dan pengisian kembali dana kas kecil.
c. Jurnal pengeluaran kas kecil
Jurnal
ini merupakan jurnal khusus untuk mencatat pengeluaran dana kas kecil sekaligus
sebagai alat distribusi pendebitan yang timbul sebagai akibat pengeluaran dana
kas kecil. Jurnal ini digunakan hanya dalam sistem saldo berfluktuasi.
4.
FLOWCHART
SISTEM PENGELUARAN KAS DENGAN UANG TUNAI MELALUI SISTEM KAS KECIL
a.
FLOWCHART
SISTEM PENGELUARAN DANA KAS KECIL DENGAN IMPREST SYSTEM
b. FLOWCHART
SISTEM PENGELUARAN DANA KAS KECIL DENGAN FLUCTUATING-FUND-BALANCE SYSTEM

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar